Hey,namaku aditya gw tinggal di jogja city umurku 21 tahun tinggiku 170cm beratku sekitar 55kg , Dewi tuh keponakan umurnya baru 19 tahun tinggi 160cm beratnya 45kg wajah imut cantik,kuliat putih bersih kayak china tapi jawa asli Payudaranya 34B,kejadianya aja baru 4 bulan yang lalu oke deh langsung aja ya aku ceritain …
Rumahku sih lumayan gede,waktu itu ortu aku ama ortunya si Dewi pergi ke Surabaya selama seminggu Dewi takut di rumah sendiri lalu dia akhirnya nginep di rumahku,Dewi saat itu bekerja di sebuah Restoran di daerah Kotabaru , suatu hari dia pulang sambil menangis “ Ada apa Dew?” Dewi gak jawab dia lsg masuk ke kamar adikku , Malamnya ketika aku sedang nonton TV “Mas,aku boleh curhat ndak?” “boleh aja, cerita lah..!!”
“Tadi waktu di tempat kerja,aku bikin kesalahan banyak barang di dapur ancur terus aku di panggil ama Manager…teruss .sss Manager marah-marah dan jika aku harus ganti semua mahal banget mas semuanya katanya bias ampe 10 juta rupiah…”
“terus kamu ganti>”
“mana kupunya duit sebanyak itu?????”
“Terus Manager …… minta Oral Seks ama aku…”
“APA????????? Kamu turutin???????? Bodohh….”
“aku gak bisa ngapa-ngapain waktu itu , Manager ndeketin aku dia Meremas-remas Payudaraku terus dia jilat jilat CDku ehhh…..dia keluarin kontolnya aku suruh kocok ama di suruh oral……terpaksa aku lakukan itu……….hingga akhirnya aku disuruh nelen pejunya…”
“ya Udah Kamu Keluar dari sana ajah….””iya mas”
Malam nya pukul 21.00 aku ngak bias tidur lalu kutonton BF eh malah mati lampu…Dewi takut lari ke kamarku….30 menit kemudian lampu menyala kembali..
Dewi takut tidur sendiri , okelah dia tidur di kamarku , kulihat Dewi dengan seksama Cantik!, bibirnya seksi pink pipinya merah dia memakai jaket putih dan rok mini,tapi aku tak berani menyetubuhi keponakanku sendiri paginya
Aku pergi kerja dan Dewi di rumah pulangnya malah ketiban sial,kehujanan aku pinggirkan motorku dan berteduh di depan sebuah took waktu kulihat rupanya toko “ YA SENG “ aku masuk dan menanyakan apakah ada obat yang bisa membesarkan payudara dan obat perangsang , lalu kubeli pil perangsang dan krim payudara …” kukerjain aja si Dewi..” gumamku senang lalu aku pulang berhujan-hujan
Sore hari waktu saya dan Dewi nonton TV di ruang tengah kudekati Dewi,dgn ancaman kelakuan buruk bersama BOSnya dulu kuremas-remas payudaranya sekalian ku oleskan krim pembesarnya 15 menit kemudian krimnya bekerja payudaranya Dewi Lebih mengembang , Dengan memakai baju cewek banget Dada Dewi Semakin besar aku kebelakang kuminum 2 pil perangsang yang kubeli di toko tadi 30 menit berjalan perangsangnya bekerja kusurh Dewi duduk di depanku ku remas-remas payudaranya kulepas satu persatu pakainya hingga bagian atas telanjang ku remas – remas payudaranya lalu aku berdiri kedepan dewi kutunggingkan dia ku garuk CD putih halus di selangkanganya kulepas CD dan roknya kujilati memeknya Dewi hanya bisa mengerang kecil dengan nafas tersenggal senggal kulakukan doggy style langsung “hhhhhhhhsssssssssshhhhhhhh….aaahhhhhhhh….mmaasss …… saaaakkkiiittt….”
Tak kuhiraukan omongan Dewi kupercepat tembakanku “maaassss aaakkkuuu mmmaaauuuu kkeeellluuaarrrr……”kurasakan panas menyelimuti penisku kugenjot terus hingga Dewi berorgasme 2x dan akhirnya penisku menembakan misilnya berulang kali….kulihat kasur di ruang tengah basah keringatt….dan cairan cairan Dewi , ku telentangkan tubuh dewi ku angkat kaki kanannya lalu kugenjot lagi Dewi….kursakan Liang dewi masi agak rapet penisku seperti dipijat …..ku genjot terus hingga Dewi berada antara sadar dan tak sadar …… sekarang kusuruh Dewi memuaskan aku , aku berbaring dan Dewi Duduk di selangkanganku lalu dimasukannya penisku ke liangnya di genjotnya dengan sisa tenaga yang sedikit ….. hingga akhirnya kami keluar…dan Dewi lemas tertidur di atas tubuhku dengan penisku masih berada di liangnya….. hingga pagi kami tertidur , waktu aku bangun Dewi sedang memasak dengan telanjang setelah selesai memasak dia mandi …. Dan keluar memakai handuk di lilitkan ku tarik dia ke ranjang adiku dan kugenjot lagi hingga siang …. Hingga saat ini saya sering berhubungan badan dengan keponakanku tersebut …. Dan semakin lama Dewi jago bermain Sex … pokoknya asoyyy……
----------
perkosa tanteku
Hey,namaku adit ini bener-bener pengalaman yang tak akan terlupakan bagiku ceritanya aja baru 6 bulan yang lalu , aku tinggal bersama orang tuaku dan adik ibuku yang perempuan namanya mbak Rena(28thn) dan suaminya(30thn),ceritanya waktu itu orang tuaku pergi ke Jakarta dengan naik mobil yang mengemudikan adalah suami mbak Rena , mereka berencana pergi ke Jakarta selama 1 minggu, karena sodara ayahku mau menikahkan anaknya.
Aku di rumah cuman bersama mbak Rena yang tidak ikut karena klo pergi jauh dia sering mabuk, Mbak Rena bisa di bilang “ Perfect “ mukanya cantik,tingginya 160cm dan BB 45kg dan BHnya berukuran 38B karena klo aku main di jemuran aku sering melihatnya BH waktu di Jemur( kan 1 rumah jadina tau dunk!^^) nah waktu itu mbak Rena sedang belanja ke Supermarket di depan Perumahan,karena bosen di kamar aku liat VCD yang ku pinjam dari temen,filmnya sangat menarikkkk karena aku tak tahan kontolku yang udah berdiri Maximal sih menurutku panjangnya 19 cm diameternya 3,5 cm kukocok-kocok sendiri pake tangan 30 menit kugosok dan kukocok-kocok spermaku keluar juga tapi Senjataku ini ngak lembek-lembek juga masih tetep berdiri , dan kulihat VCD itu adeganya semakin HOT.
Mbak Rena pulang dari supermarket lsg masuk kamar , waktu aku lewat di depan kamarnya , pintunya agak terbuka sedikit karena waktu itu aku sedang sangat sangat Bergairah kulihat mbak Rena hanya menggunakan rok mini dan blus warna Pink , kulihat mbak rena sedang mendengarkan i-pod dan aku sedang sangat bergairah tak kupikirkan lagi mbak Rena itu siapa , yang penting aku bisa menyalurkan hasratku aku masuk diam-diam ke kamar mbak Rena dan kukunci dari dalam kuncinya aku taruh di di bawah meja rias mbak Rena , dan Mbak Rena belum sadar bahwa aku sudah di dalam kamarnya,aku pun mulai mendekat dan menjilat pantatnya , mbak Rena kaget dan turun dari ranjang “apa yang kamu lakukan , dit?” “mbak aku cuman pengin diajarin ML” “Sadar dit kamu tuh ponakanku” di dalam hati hati ku bicara “ so WHAT?”.
Ku robek blusnya dan wow! Payudara yang ranum putih dan berisi di dalam BH berwarna merah menantang , dia menjerit tapi ku inyahkan saja kutarik tanganya ke belakang kuikat dengan celana tidurnya , kujatuhkan dia di sofa dan dia jatuh menungging ku angkat rok mininya ke atas dan mulai ku elus2 selangkanganya dan dia mendesah “shhhhh jaaaannnggaaannn diiittt shhhhhhhh……sssshhh……aaahhhh…” wow CDnya lama-lama mulai basah,kulepas rok mininya dan CD , dan kuangkat dia ke ranjang ku baringkan dia lalu kutarik ke pinggir ranjang aku sudah telanjang bulat waktu itu , ku angkat ke2 kakinya ke atas tak piker apa2 ku masukan kontolku ke vaginanya , rasanya pertama sempit tapi lama-lama vaginanya dapat menerima kontolku ….. slop ….slop….sloppp…..slop…slop……kumasukan kukeluarkan berkali kali mungkin hingga mbak Rena berkata “ dittt…….ahhhhh….dit….enak dit……teruss………..ahhhh.” wah mbak rena dah mulai menyukai permainanku, aku tambah bersemangat hingga akhirnya mbak Rena orgasme duluan 15 menit kemudian mbak Rena Orgasme yang ke 2 tapi kok aku belom sampe yach 5 menit kemudian aku merasa kontolku ingin mengeluarkan sesuatu dan crot..crot…crot…crot.4x kontolku menyemburkan spermanya di liang tmbak Rena.
Aku masih lemas berusaha melepas ikatan dan kuciumi bibir mbak rena yang merah merona kucumbu dia dengan permainan lidah dan dia bereaksi membalas ciumanku dengan ganas karena aku masih agak punya tenaga ku tungguingkan mbak rena dan kulancarkan serangan dengan gaya doggy style permainanya cuman bertahan 30 menit.kami tertidur selama 3 jam ketika aku bangun mbak Rena sedang make-up di depan meja rias dan dia Tanya di mana kuncinya dia mau pergi ke arisan dulu dan kuberikan kuncinya mbak Rena akhirnya pergi,aku mandi dan kembali ke kamarku kulihat ada obat perangsang tiba2 keluar ide jahilku ,jam 7 malam mbak Rena kembali Rumah kubuatkan dia teh hangat dengan campuran obat perangsang , aku kembali kamar bersiap siap pasti mbak Rena akan ke kamarku,memank bener mbak Rena dating ke kamarku 5 menit kemudian aku sudah telanjang dan dia membuka seluruh pakaiannya kutarik dia ke ranjang dan kucumbu dia dengan ganas.akhirnya selama 6 bulan ini aku dan mbak Rena sering melakukanya minimal sih 4x seminggu……cuman itu doank yang bisa aku ceritain bye…
---------
memek modal hidup
Rahma (nama samaran) gadis yang malang penuh dengan siksaan dan paksaan orang tua, yang akhirnya terjun kedunia hitam jadi bulan-bulanan nafsu sex para lelaki hidung belang. Rahmah tidak tahu kemana lagi mengadukan nasipnya, hanya di benaknya bagaimana bisa makan dan tidur. Ramah coba-coba ingin merubah nasip menjual diri di café-café dengan. Hal ini Ramah menceritakan kisahnya pada penulis.
Di suatu malam yang sangat dingin, hujan grimis mengguyur tubuh penulis yang saat itu melintas di ruas Jalan Marelan tiba-tiba tidak di sengaja terlihat seorang gadis yang menggunakan gaun tembus pandang. Tubuhnya yang mungil dan cantik di terpa angin yang kencang. Sekali-sekali dirinya menggigil menahan dinginnya cuaca malam itu. Penulis yang masih terus penasaran melihat tindakan gadis tersebut. Terlintas juga dalam benak penulis “gadis cantik seperti itu lagi ngapain di muka cafe ? sementara di dalam café pengunjung sepi ” inilah yang terlintas dalam benak penulis.
Akhirnya penulis mencoba memberanikan diri menyapa gadis yang memakai baju warna putih tembus pandang. “Hai… lagi ngapain mbak ? dia mejawab dengan ramah ” ngga ada, cuman nongkorong doang.” Selanjutnya penulis mengenalkan diri pada gadis cantik tersebut mengaku namanya “Ramah”. Kurang lebih limabelas menit dimuka café, penulis mengajak gadis itu kedalam café. Sesampainya dalam café penulis menanyakan “Ramah minum apa ? ” dijawabnya terserah apa aja bang. Pelayan café juga tiba di muka kami, yang tidak kalah sexsi dan cantiknya dari Ramah memakai rok mini di atas lutut. Pelayan café sangat ramah juga genit, sekali-sekali tangannya suka menggoda dan merabah-rabah paha pengunjung.
Hujan grimis masih membasahi jalan raya, cuacapun semakin dingin, pengunjung café sudah kosong, tinggal kami berdua dan dua orang pelayan café, saat itu jam 1.30 Wibb. Ramah yang dari tadi hanya tertunduk sepertinya butuh perhatian, sekali-sekali Ramah menebarkan senyum yang menggoda.
Panjang lebar cerita hujanpun tidak kunjung berhenti, minuman Jus sudah habis, pemilik café menyhiapkan barang-barangnya untuk tutup. Ramah mulai buka cerita dengan sifat yang agak malu-malu, sambil mengatakan “bang cafenya sudah maututup kita cek in yo? ” mendengar ajakan Ramah penulis terdiam sejenak. Ramah sepertinya tidak habis pikir, kenapa saya tidak mau menjawabnya. Ramah bertanya lagi ” bang ayo donk…! aku mau cerita lebih jauh lagi ama abang. Akhirnya aku kabulkan ajakan Ramah karena penuh dengan harapan akan mendapat cerita dari Ramah.
Akhirnya kami bergegas mau pergi, pemilik café langsung menegur “abang mau pulang ? aku jawab ia tante. Nanti sakit, inikan masih hujan…! Aku jawab “kayaknya hujannya ini lama tante”. Kami pulang tante ? di jawabnya ia…! Hati-hati di jalan licin bang. Aku jawab lagi ia tante.
Kami langsung menuju ke arah Simalingkar salah satu café and bar dekat Hotel Royal Sumatera. Sewaktu dalam perjalanan Ramah memeluk aku sangat kencang sepertinya takut kehilangan. Dalam perjalan itu aku bertanya “Ramah kamu cantik, kok maunya kerjaan seperti ini ? ” Jawab Ramah “bang kalau masih ada kerjaan yang lebih hina dari sini akan kurjakan walaupun itu pahit. Maksud Ramah gimana ? Ramah juga tidak mau kerja ini tapi orang tua Ramah sendiri menghancurkan masa depan Ramah.
Ramah tidak diterima dilingkungan keluarga lagi bang. Kalau kuceritakan kehidupan aku mungkin satu malam ini belum selesai. Tapi itupun kalau abang mendesakku nanti ada waktunya bang, Ramah akan ceritakan semuanya buat abang. Kamipun sampai dalam tujuan, aku kaget Ramah rupanya sudah dikenal dicafé tersebut. Sesampainya dicafe Ramah langsung didekati seorang laki-laki separuh baya yang notabenya om-om. Yang pasti aku tidak tahu persis apa cerita orang itu, hanya melihat Ramah dipeluk silaki-laki tadi dengan erat sambil mencium bibir Ramah di tengah-tengah lampu yang samar-samar.
Lanjut cerita gadis malang itu mulai bergegas mau pergi bersama silaki-laki yang kehausan nafsu dengan kondisi setengah mabuk. Sebelum pergi Ramah mendekatiku sambil mengatakan “bang Ramah mau pergi, pokonya besok aku hubungi abang, ok bang ?” aku mengiyakannya. Ramah langsung pergi menaiki mobil laki-laki itu untuk meninggalkan café. Akupun tidak tinggal diam untuk melacak mangsa tulisanku luput sampai disitu. Kupanggil pelayan café untuk membayar minuman. Tapi lain jawaban pelayan “bang minumannya sudah dibayar om tadi”. sebelum pergi meninggalkan café kuberikan tip sama pelayan café yang menemaniku untuk pamitan pulang.
Sampai dimukan café kuperhatikan mobil laki-laki itu kemana arahnya. Kuikuti dari belakang sampai mobil itu belok kesalah satu tempat penginapan yang berkelas di Simalingkar. Ya…kutinggalkan setelah dapat kepastian mereka menginap di hotel tersebut.
Sesampainya di simpang kampus Universitas Sumatera Utara (USU) aku berhenti di satu café kecil minum (TST) Teh Susu Terlor. Selama satu jam aku di café itu, tiba-tiba ponselku bunyi dengan nada panggilan. Kuangkat poselku kulihat nomornya sepertinya tidak aku kenal. Aku sempat kaget tengah malam kegini siapa lagi yang menghubungiku terlintas dalam benak aku. Ponsel berbunyi terus kubiarkan sampai tiga kali panggilan baru kuangkat.
Sangat kaget mendengar sautan dalam posel itu terdengar suara perempuan baru kukenal. Menjawab pertanyanku dengan manja sambil mengajak aku untuk menginap. Mendengar ajakan ini aku tidak percaya bahwa Ramah mau menginap bersamaku, sementara dianya masih bersama laki-laki barusan 2 jam kutinganggalkan.
Ramah mengatakan kalau laki-laki tadi tidak bisa menginap sampai pagi, karena takut ketahuan sama istri dan anaknya. Aku tanya ini no HP siapa ? Ramah jawab om tadi kupinjam. Kutanya lagi berarti dia masih ada di ruang kamar ? Ramah menjawab ia, tapi dia udah mau pulang bang, abang datang ya ? aku tunggu Ramah tidak ada kawan, cepat donk bang. Desakan ini aku tidak mudah terpengaruh, karena takut ada kejadian yang tidak di inginkan nanti.
Kurang lebih 30 menit hari hampir pagi jam 4.23 Wibb aku menghubungi Ramah melalui ponselnya. Ramah mengangkat dengan nada kesal “abang dimana kok ngga datang ?. cepat donk aku tidak ada kawan nih…!. Akhirinya aku beranikan diri balik lagi kehotel tersebut. Kuperhatikan mobil silaki-laki setengah baya yang tadi kutinggalkan di tempat parkir, memang tidak ada. Aku tanya langsung pejaga hotel, menjawabnya sudah pulang bang, abang itu tiap menginap di hotel ini sampai jam 3.00 Wib saja bang.
Abang mau ngapain ? kujawab dengan nada yang ramah dan sopan “aku barusan di hubungi cewek kawan bapak tadi. belum habis aku ngomong langsung penjaga itu potong Ramah bang ? katanya, ia bang. Ada di kamar 19, masuk aja bang, ngga apa-apa itu disini bisa kita jaga kemanan. Ok bang terimakasih yang bang, aku balik jawab. Langsung menuju kekamar no 19 kuketuk pintu kamar langsung di buka gadis seorang diri dengan mengenakan gaun tidur tembus pandang. Sepertinya Ramah tidak memakai BH als pembalut buah dada, hanya segi tiga transparan yang nampak. Mulai dari ujung rambut kuperhatikan sampai ujung kuku serta seisi dalam kamar itu sebulum masuk. Diperselakan masuk sambil menarik tanganku kedalam, “kok takut-takut masuk donk bang, ngga apa-apa kok”. Tanggan Ramah yang nakal hampir membuat aku jadi tidak terkontrol.
Ramah memang cantik, putih dan seksi tidak di temui satupun bekas luka ditubunya. Tangannya yang mulus, lembutnya belain penuh dengan rasa sayang. aku tertunduk sejenak di pinggir tempat tidur sambil mengisap rokok Sampoerna, sementara Ramah tidur dipagkuan aku sambil memeluk pinggangku. Rokok sudah habis aku ambilkan tas kecilku yang di dalamnya ada alat perekam suara, langsung kuhidupkan. Ramah memang nakal, mau tahu aja apa isi dalam tas aku. Dia mengambilnya dan mengeluarkan tipe rekamannya, memutar balik isi kaset. Baru Ramah tahu mulai dari perteman tadi dianya ngomong aku rekam. Saat itu juga gadis yang seksi, manja mencubitku dengan kesal. “abang kok tega kali merekam suara Ramah, untuk apa bang ?, abang wartawan ya ? jahat abang, aku ngga mau lagi cerita ama abang. Rupanya abang wartawan pantasan abang mulai dari tadi ngebutkali mendengar kisah Ramah kenapa terjuan kedunia malam”.
Ramah yang dari tadi nakal, kontan langsung terdiam dan membelakangi aku. Sementara radio rekamannya dia pegang, aku minta dia ngga kasih. Bahkan dia mengatakan “abang puas ya menanyai Ramah hanya untuk kesenangan abang, malunya untuk ramah, berarti abang ikut donk menghancurkan Ramah dan mempermalukan ramah di muka umum”.
Aku berusaha meyakininya dengan rasa sayang, kukecup pipinya yang menandakan aku bukan untuk mempermalukannya. Tapi aku ingin mengangkat kisahnya untuk membantu sakit hati Ramah yang selama ini dipendam seperti bara yang sangat merah dan panas. Ramah kupeluk, kusayang, akhirnya Ramah mengalah memberikan rekamannya.
Ramah yang marah akhirnya bisaku redahkan kemarahannya. Sampai setengah jam Ramah tidak mau cakap, Ramah diam dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur yang empuk tanpa menghiraukan aku. Aku termenung sejenak memikirkan cara apa lagi kubuat untuk mengajak Ramah ceritakan kisahnya. Dengan ide yang cemermalang terlintas di benakku untuk merayu dengan posisi yang sama. Akhirnya pertahaan Ramah kandas juga, Ramah membalikkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap aku. Dia senyum sambil memelukku sambil bertanya. Apasih gunanya abang muat di koran kisah Ramah ? abang jahat kali ya ? apa memang wartawan seperti itu ? sukanya memberitakan kesusahan orang lain. Aku jawab dengan nada yang ramah serta menebar senyuman yang memikat hati Ramah agar ianya dapat yakin dan percaya.
Ramah yang manja dan seksi akhirnya luluh tersenyum dengan iklas meceritakan kisah hidupnya sampai terjun ke dunia hitam untuk memuaskan nafsu lelaki hidung belang.
Ramah bercerita pajang lebar tentang kisah hidupnya pada penulis pada pukul 4.30 Wib sampai pukul 7.30 pagi. Berawal dari ceritanya gadis cantik ini sangat lugu takut dengan laki-laki, bahkan banyak sekali kawan-kawan Ramah yang mengejeknya kampungan. Tapi itu semua tidak pernah dia masukkan dalam hati hanya dianggapnya sebatas kuping saja. Waktu itu Ramah masih duduk di bangku SMA Swasta kelas dua di Medan. Dengan keluguan Ramah banyak sekali para lelaki satu lokalnya menaruh hati sama aku. lain orang lain tingkah lakunya beratus teori yang di buat cowok-cowok keren yang mendekatinya, yang namanya cinta belum juga ada di benaknya. Suatu waktu yang tidak di sangka Ramah ketemu dengan seorang pemuda yang baik hati ianya Roni (nama samarannya) berhasil memikat hati Ramah.
Penuh dengan rayuan dan kemesrahan yang berjalan cukup lumayan sampai kejenjang penikahan. Awal dari kesukaan Ramah pada Roni penuh dengan kejujuran dan kebaikannya di mata Ramah membuatnya tergila-gila dengan Roni. Saat yang di nanti-nantikan Roni mulai berani bercanda mengajak Ramah jalan-jalan ke salahsatu tepat perbelanjaan. Ajak ini tidak disangkah Roni kalau ramah langsung menyetujuinya. Perjalananpun dilanjutkan kesebuah plaza dengan mesra Roni memberanikan dirimemegang jari tangan Ramah yang lembut dan halus.
Sentuhan itu membuat hati Ramah berdebar-debar seperti baru terkena strum listrik. Padahal menurutnya banyak cowok yang jahil menyentuh tangannya, satupun belum pernah ia rasakan detak jantung seperti ini. Ramah membalas sentuhan tangan Roni sampai pada gemgaman yang gemas sama-sama dilakukan. Roni menarik tangan Ramah sambil mengecup kulit tangan Ramah yang halus penuh dengan arti dan kasih sayang yang tidak bisa dituturkan.
Sesampai plaza Ramah mengajak Roni keliling-keling di dalam plaza. Aku mulai sudah lelah Roni juga kelelahan. Aku kasihan melihat Roni aku ajak dia pulang kerumahku, sesampainya kami dirumah ternyata kedua orang tuaku bekum juga pulang kerja, yang ada adik aku barung pulang sekolah. Kami melanjutkan ngobrolnya di ruang tamu sambil nonton TV Flim Sinetron yang di bintangi Rano Karno sema menjalin cinta remaja di bangku sekolah. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 Wibb Roni dengan sopan berpamitan sama aku. Dengan kesopanan Roni juga membuat aku terus bertambah sayang dan cinta sama dia.
Tanpa kami sadari Tiga bulan sudah berjalan hubungan aku dengan Roni. Hubungan baik itu melalui telepon atau ketemu disekolah terus berlanjut. Roni sudah mengenalkan aku pada orang tuanya, dan aku sudah mengenalkan Roni pada kedua orang tuaku. Semula kedua orang tuaku tidak pernah mempersoalkan hubunganku dengan Roni sampai kami naik kelas tiga. Sewaktu hari libur kawan-kawan aku mengajak rekreasi dipantai kasan.
Roni menyetujuinya, aku senang karena Roni mau ikut bersama-sama. Kami berangkat tiga pasangan yang semuanya pacaran, ongkos kami kumpul-kumpul bersama. Tiba waktunya aku pun menunggu angkot berjanji jumpa di sipang Amplas. Pukul 9.30 wibb sudah kumpul semuanya, langsung menaiki mobil bersama-sama kepemandian. Sesampainya di sana masing-masing pasangan berpencar menyewa gubuk yang ada dipinggir pantai. Roni masih malu-malu untuk menyewa gubuk buat kami berdua yang di luar. Dia menatapku dengan penuh kasih sayang aku mengkedipkan mata agar Roni berani menyewakan gubuk buat kami. Akhirnya Roni mengajak aku menyewa gubuk pas dipinggir pantai. Cuaca mulai mendung kami ganti baju untuk sama-sama berenang. Satu jam penuh berenang perut mulai mulas dan terasa nyeri menahankan lapar. Setenga jam kemudian kami dengan bersama-sama berhenti mandi untuk makan di tepi pantai Kasan.
Mandi sudah, makanpun sudah tinggal istrihat dulu baru nunggu sore baru mandi lagi siap mandi baru pulang. Kebetulan siap makan hujan grimis pun tiba, kami sangat khawatir kalau pantai ini akan meluap nantinya. Tapi kekawatiran ini hilang begitu saja sesaat aku berdua dengan Roni di dalam gubuk. Hujan makin lebat, Roni menutup pintu gubuk, suasana makin dingin Roni menatapku dengan lembut. Saat aku menggeser posisi dudukku Roni menarik tanganku, sambil merangkul bahuku. Aku terkejut dengan napas yang agak kencang, jantungku berdebar-debar ada rasa benci dan suka. Roni tidak menghintakan jemarinya di bahuku, tangannya mulai menjulur ke pinggangku meletakkan tangannya di atas pahaku yang di balut dengan celana renangku yang basah kuyup.
Roni mencium leherku dan kupingku, aku meronta dengan kecil sambil mengatakan jangan bang, nanti kalau kita sudah kawinkan abang bisa melakukannya. Roni tidak mendengar keluhanku bahkan ia merayuku dengan kata-kata dan gombalan sambil mengatakan “aku mau bertanggung jawab untuk mengawinimu, aku sumpah demi tuhan” kebetulan Roni beragama Islam aku keristen. Kutanya roni lagi apa orang tua abang mau menerimaku ” dia jawab aku sudah bilang sama orang tuaku mereka setujuh, terserah pilihan aku ” akhirnya pertahananku kandaslah sudah. Aku pasra Roni menciumi aku mulai dari ujung rambut sampai kakiku, dengan penuh rasa sayang dan menikmati keindahan tubuhku.
Aku tidak tahan perlakuan Roni, membuat aku macam cacing kepanasan sambil membalas cubuan Roni. Melihat perlawanku Roni semakin semangat sambil berusaha membuka baju dan celana renangku, dengan sekejap baju dan celanaku sudah lepas dari tubuhku. Tubuhku yang putih mulus hanya di balut segi tiga dan BH. Melihat kemontokan tubuhku Roni sempat terpelongo sejenak melihat pemandangan yang tidak pernah dilihatnya secara langsung selain dengan menonton fliim biru.
Dengan secepat kilat Roni melepaskan seluruh pakaiannya yang melekat di tubuhnya. Aku terkejut dan malu melihat Roni telanjang bulat di hadapanku, dadanya yang kekar ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku teringat kata-kata kawan aku, kalau ada bulu tubuh di dada pria nafsunya tinggi, mengingat ini akau gemetar. Tanpa di komandoi tangan Roni yang lincah membuat aku kehilangan konstrasi. Aku gelagapan menyeimbangi jamahan dan ciuman yang di lakukan Roni samaku.
Aku hampir lemas dengan cumbuan Roni yang membuatku tidak sadar diri sumua pembalut tubuhku telepas sudah seperti anak yang baru dilahirkan tanpa sehelai benangpun yang menghalanginya. Roni mulai meningkatkan serangannya maaf pembaca “dengan menjilat milikku yang paling berharga”. Aku tidak tahu apa lagi yang dilakukan Roni yang jelas membuat aku menggelinjang-gelinjang.
Roni menindihku sambil membuat ancang-ancang diatas tubuhku sambil mengarahkan basokanya sambil menciumi leherku dan telingaku. Saat tubuh Roni peling bawah menekan milikku terasa nyeri dan sakit. Mendengar jeritanku Roni merasa kasihan dan menghentikan aksinya sebentar. Sambil mempermainkan buah kembar milikku, selang beberapa minit Roni mengulangi aksinya sambil menekan dengan pelan-pelan, tapi sangat luar biasa sakitnya. Aku baru kali itu di cium laki-laki, apalagi untuk di gitui.
Roni mulai tidak sabar menikmati milikku, akhirnya dia menekannya dengan keras, aku menjerit kesakitan. Roni berhasil membongkar pintu milikku yang kian lama kujaga, Roni tidak bergerak dia membiarkan miliknya didalam miliku. Sekali-sekali Roni mengangkat tubuhnya dengan lembut, aku mulai merasakan nikmat bercampur sakit kurang lebih lima belas menit Roni mengerang dan terkulai lemas di sampingku.
Aku memaki diriku sambil menangis, kenapa aku segampang itu mengikuti godaan setan yang menimpahku. Aku mau duduk terasa sakit di selangkanganku, Roni kulihat dengan senyum sambil memeluk aku. dia meyakinkan aku bahwa dirinya tidak akan menyia-nyiakanku sampai kapanpun dia tetap bertanggungjawab katanya padaku. Dengan kata-kata bang Roni membuat aku tidak ada apa-apanya dimuka dia aku tertunduk dan patuh pada perintahnya.