-

Ngentot Memek sekretaris cantik

Mba Susi adalah seorang sekretaris, wajahnya cantik, kulit kuning langsat, payudara besar alias toket montok, tinggi +  160 cm, usia 34 tahun tapi belum kawin . Aku beruntung dapat menikmati tubuhnya, lebih tepat lagi,  ngentot memek nya. Aku adalah DIDI pria berumur 22 tahun,  Tinggal di tempat kos-kosan  yang tergolong bebas

Jam sudah menunjukan angka sebelas malam, hari kamis. senandung musik populer mp3 hasil download gratisan ku putar pelan  Tidak ada yang aneh malam itu, selain hawa dingin yang sedikit dari biasanya.   Malam itu  mba susi berada di dalam kamar kostku. Pinjam komputer Buat ngerjain proposal kantornya yang harus diserahkan kepada sang bos besok. Awal cerita dia meminjam komputer itu di sebabkan komputer yang ada di kantornya kena virus, sehingga file tidak bisa di buka. Pake komputer staff lainnya , tidak mungkin. Kareka kantornya melarang karyawan lembur . Untuk pake laptop milik bosnya, tidak bisa, karena bosnya sedang berada di luar kota. Perintah untuk membuat proposal itu pun ia terima via telepon siang tadi dan harus selesai malam ini. Yah, buat di kirimkan besok setelah makan siang.

“pusing mba, kalau nggak kelar bos bisa marah besar.” Katanya mba susi sekertatis cantik itu, sambil terus mengetikan jari-jarinya di keyboard.
“emang kena virus  apa sih mba”
“ga tahu, tiap buka folder, muncul folder lagi, terus aja gitu, gila tuh orang yang bikin virus, mudah-mudahan hidinya kena virus hiv.” Kata sang sekertaris cantik itu.
“o….” itu saja jawabanku, maklum aku cukup awan soal virus dan dunia it lainya.
.
Sebagai tuan rumah yang baik, aku membantu membacakan teks yang di ketik mba susi. Sesekali aku melirik lekukan-lekukan tubuhnya untuk menyegarkan mata. Malam itu mba susi memakai daster warna putih, bahannya lembut,  pemandangan indah  tersaji di dalam kamar kost malam itu. anggaplah itu bonus pinjam komputerku.

“wah kalau ngetiknya kayak gitu, jam 7 pagi juga nggak bakal kelar mba” kataku seenaknya. Heran juga sekrestaris ngetiknya lambat banget, mungkin di sekertaris jadi-jadian, Cuma tampang cantik doang buat menyegarkan mata pikirku, atau mungkin juga waktu masuk kerja di tesnya bukan tentang skill kerja , tapi test buka selangkangan, pikiranku ngawur gak karuan.
“yang penting kan kelar”
“emang mba ga perlu tidur?”
Mba susi menarik nafas panjang, ada rona duka sedikit menghampiri. Kasihan juga aku ngeliatnya.
“biar aku yang ketikin, biar cepat” kataku agak sombong. Emang sih kecepatan ngetik ku tidak seperti alap-alap, tapi setidaknya lebih cepat dari jari-jari  mba susi, sekertaris itu.
“benar nih Di,” katanya senang
Kamipun bertukar tempat, aku yang ngetik, mba susi yang membacakan teksnya.
“mbak tidur aja deh, matanya udah lima watt gitu” sekali lagi aku menawarkan kebaikan, karena kulihat mba susi sudah nguap terus.”yang penting kasih tahu aja yang perlu di ubahnya”
“biar aja  mba temenin, orang ini kerjaan mba kok”
“udah mba, gapapa. Mba kan besok harus berangkat pagi-pagi, aku kan besok cuti, pulang kampung”
“bener juga DI, mbak capek banget hari ini, stress rasanya di kantor tadi, pulang jalanan macet, pengen pingsan rasanya”
Pingsan? Kenapa nggak pingsan disini aja, biar aku lebih leluasa memandang tubuhnya.
“tuh kan, ya udah, besok pagi-pagi udah jadi. Sekarang mba pulang aja”
“ngusir nih”
“ya nggak”
Mba susi terdiam sejenak. Kemudian berkata “kalau gitu biar mba tiduran disini aja, ntar kalau kamu udah selesai bangunin mba, biar di periksa” mba susi kemudian merebahkan badannya di kasur tempat tidurku,. tepatnya di sebelah kanan posisiku yang sedang ngetik.

Malam itu aku kerja keras mengetikan tugas kantor mba susi.. Dari bacaannya terlihat,  itu adalah proposal pengajuan kerja sama perusahaan tempatnya bekerja. Mba susi sendiri adalah seorang Sekretaris di perusahaan itu. memang sih perusahaan kecil, kantornyapun di ruko dua lantai. Tapi tetap saja dia seorang Sekretaris. Cantik lagi.

Tidak ada yang sulit mengerjakan ketikan itu. 95 persen isinya sama dengan yang ada di di hardcopy, hanya beberapa bagian saja yang perlu di ganti, yang semunya sudah di buat catatan oleh mba susi di kertas itu. Kalaupun ada sedikit penghambat, adalah mata jalangku yang sesekali melirik kesebelah kanan. Ya, aku melirih mba susi yang sedang tidur. Dengan posisi tidur menyamping, membuat belahan toketnya terlihat. Indah sekali. Oh mba susi sang sekertaris, kenapa juga belum kawin sampai sekarang, nggak ada yang mau kawin dengannya? Gak mungkin, mata lelaki pasti terbuka lebar melihat paha bening toket montok, jidat licin n bibir sensual. Dijamin.

Jam tiga dini hari aku selesai mengetik. Edit kesalahan teks sudah kulakukan. Tinggal persetujuan mba susi aja kerjaan itu di anggap selesai.

Ketika tanganku bergerak akan membangunkan mba susi, tiba-tiba aku terdiam. Aku malah menikmati pemandangan indah di depan, bedanya kini dia tidur membelakangi, sehingga terlihat pemandangan berbeda dengan yang tadi.  Busyet, pahanya  bagian belakang mulus banget, tubuh yang menyamping membuat bokong kelihatan bentuknya. Kontolku ngaceng sejadi-jadi. Dalam keadaan sepeti itu tiba-tiba aku ingin mengambil gambarnya. Sebuah hp nokia kamera menggodaku untuk mengabadikan moment.  Bagaimana kalau ketahuan? Aku mikir lagi. Ga jadi deh. Aku ambil gambar sekertaris cantik itu.

“mba, mba….., “aku menggoyangkan paha mba susi. Hanya itu akhirnya yang kulakukan. Memanfaatkan kesempatan. Membagunkan mba susi sambil pegang paha. Lumayanlah.
“egggh…….”
“mba,mba…sudah kelar nih. Mau di periksa sekarang atau besok”
Mba susi bangun dari tidur,sedikit lenguhan membuat birahi naik semakin tinngi. Mba susi memeriksa hasil kerjaku.  Setelah edit bersama dan di simpan dalam flashdisk, pekerjaan pun di anggap selesai. Tinggal di print besok di kantorya, maklum aku tidak punya printer.
:”makasih ya Di, makasih banget udah bantuin mba, entah gimana mba bilang terima kasih”
Aku tersenyum senang. Senang rasanya bisa bantu orang lain. Apalagi yang di bantu orangnya cantik. Sekretaris seksi.
“sebagai upahnya, gimana kalau besok mba traktir” mba susi menawarkan.
“nggak usah mba,free kok,100% gratis,  biasa aja lagi namanya manusia, saling menolong” kataku sok jadi orang bijak yang sering ku lihat di tv.
“kamu harus mau, ”
“nggak usah mba”
:”harus”
Aku sedikit tertawa mendengar ucapannya.  Setelah berpikir tiba-tiba aku keceplosan ngomong “gini aja mba. Gimana kalau upahnya ee.. …..” aku tidak melanjutkan.
“apa? Coba ngomong aja..”
“kalau boleh, saya pengen foto mba”
“maksud kamu?”
“ya di foto” kataku mengambil hp nokia yang masih cukup langka  .

“pake daster gini?”
“iya”
“ntar aja ah besok, jangan pake daster,malu ah”
“justru itu yang pengen saya lihat mba, ups….”  Aku keceplosan dan menutup mulutku dengan tangan.
Mba susi tersenyum, tangannya kemudian bergerak mengambil HP di tanganku dan meletakannya di lantai.  “kamu mau lihat tubuh mba, …….”
Aku tidak menjawab. Tak diduga . Mba lisa melorotkan dasternya. Wow… Sepasang payudara besar terbungkus BH putih menyembul. Nafasku tak karuan. Kontolku ngaceng keras sekali. Malu rasanya, tapi sayang kalau di lewatin.
“nggg……nggak mba, maksudku,,,,,ngg…”
“apa masih kurang” mba lisa membuka BH miliknya. Aku semakin gusar di gituin mba susi si sekertaris. Belum lagi aku berkata-kata, mba susi mendekat dan berbisik “ayo DI, kamu mau tubuh mba kan?” tangan mba lisa bergerak ke kontolku, meremas-remas lembut. Menciumi leherku. “Ayo DI, lakukin” mba lisa kembali ke kasur, telentang, kemudian membuka celana dalamnya sendiri. Bugil. Bagus sekali.
Aku yang seudah tersangsang berat langsung mengarap mba susi. Menjelalah setiap jengkal tubuhnya. Toket, paha, leher, perut, dan sebagainya. Mba susi aktif membantu membukakan pakaianku. Tinggalah kami berdua telanjang bulat.
“entot mba sesukamu sayang….”
Akhirnya, mba susi sang Sekretaris cantik itu entot.  Blesss…….kontolku masuk ke memeknya…
“achhhhh……..”
“oh….mba…….…..oh………”
“iya …iya …terus ,,sayang …..terus……ahhhh….”
“ahhhh…….akhhh…….”
Gak pernah kepikiran bisa ngentot mba susi, si Sekretaris itu. memang sih aku mengagumi keindahan tubuhnya, tapi gak pernah ke pikiran bisa ngentot memeknya. dapat durian runtuh.
“ackkkk………mba mau keluar……mau keluar….”
“achhhhh…..”
“eghhhh….…ackkk…eghhh…eghhhhk…….….” mba susi menjambak rambutku keras sekali, kakinya mengapit tubuhku.. “…..mba keluar sayang……”nafasnya terengah-engah,
“ackkkk……aku keluar mba…….ahhhhh,,,,,,,,,ahhhh”
“keluarin di luar Di…..tarik…..”
Aku  menarik kontolku dari memeknya, tapi apa daya, tindakan itu tidak berlangsung mulus, sebagian sperma sudah masuk, sebagian yang lain meuncrat ke perut mba susi.
“banyak banget spermanya Di”
“udah lama gak ngentot, makasih mba”
 “mbak juga makasih…..kontol kamu enak banget, keras sekali, nggak biasanya mba cepet kayak gini…….” Katanya tanpa basa-basi, biar kata belum kawin mbak susi sudah tidak perawan.
Mungkin aku juga sama dengan mba susi, ejakulasi berlangsung cepat.. Hanya sekitar 15 menit. Mungkin karena baru pertama kali ngentot  memek Sekretaris cantik kayak mba susi, jadi cepet, beda kalau ngentot dengan pacarku, bisa bertahan lama.